Inilah keanehan lain Liga Indonesia yang sudah jadi penyakit bertahun-tahun: Jadwal pertandingan pekan terakhir tidak diselenggarakan serentak. Ada yang akan main tanggal 7, 8, dan 9 Desember 2018.
Mengapa pertandingan terakhir tidak digelar bersamaan? Apakah karena 'menghamba' pada siaran stasiun televisi? Seharusnya sejak awal operator liga tegas kalau laga terakhir itu digelar serentak tanpa melihat kepentingan siaran di televisi.
Dampak terbesar tidak serentaknya pertandingan di pekan terakhir adalah terbukanya praktik 'match fixing' alias suap yang bisa melibatkan pemain, klub, hingga ofisial pertandingan seperti wasit. Mengapa? Karena hasil pertandingan sudah bisa diketahui ketika rivalnya belum bertanding. Dan ini berbahaya. Dapat menciderai sportivitas kompetisi.
Di tengah isu pengaturan skor yang kembali menyengat, apa yang dilakukan oleh operator liga dalam menyusun hari pertandingan pekan terakhir justru memberi peluang para pengatur skor 'berkreasi.'
Semoga operator liga merevisi jadwal dan menetapkan pekan terakhir digelar serentak di hari dan waktu yang bersamaan. []
Ditulis oleh: HD Gumilang
0 komentar:
Posting Komentar